Gresik – Dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Munggiganti sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM) pada remaja. Program ini terlaksana dengan dukungan dana dari Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendikbudristek tahun 2025.

Kegiatan workshop dan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan pada Rabu, 20 Agustus 2025 dengan melibatkan remaja serta masyarakat Desa Munggiganti. Program ini berangkat dari tingginya permasalahan PTM di kalangan remaja, yang ditandai dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit tidak menular, minimnya inovasi untuk menggerakkan teman sebaya agar hidup sehat, keterbatasan sarana pendukung aktivitas fisik, serta pengelolaan kegiatan kesehatan yang masih terbatas.
Rangkaian acara diawali dengan sesi pembukaan, dilanjutkan dengan workshop dan penyuluhan. Pada kesempatan ini, Widiharti, S.Kep., Ns., M.Kep. hadir sebagai pemateri utama yang membawakan materi terkait pencegahan penyakit tidak menular. Sementara itu, jalannya workshop dipandu oleh Widya Lita Fitrianur, S.Kep., Ns., M.Kep. yang bertugas sebagai MC sekaligus koordinator pemeriksaan kesehatan.

Selain itu, kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar bagi peserta difasilitasi oleh mahasiswa keperawatan semester 5, yaitu Nurul Yunita, Indah Ayu Amalia, Badriyatul Muharrom, dan Farikhatul Qibtyah. Mereka berperan aktif dalam proses pengecekan kesehatan untuk mengidentifikasi faktor risiko PTM pada remaja.
Program pengabdian masyarakat ini juga meliputi pembuatan aquaponik, penambahan sarana olahraga, serta pengembangan aplikasi e-health sebagai inovasi pendukung gaya hidup sehat di kalangan remaja.
Menurut tim pengabdian masyarakat, hasil kegiatan menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi. Sekitar 80 persen peserta hadir dan aktif dalam diskusi. Antusiasme ditunjukkan oleh remaja, kader, hingga perangkat desa yang terlibat dalam setiap rangkaian kegiatan.
Melalui program ini, pengetahuan dan keterampilan masyarakat sasaran meningkat, sekaligus mendorong perubahan perilaku positif dalam pencegahan penyakit tidak menular. Dengan dukungan seluruh pihak, program diharapkan dapat berkelanjutan serta menjadi contoh pengembangan kesehatan remaja berbasis masyarakat.

